Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Vander Stier

1921 Tjerita ini dimoelai, lihatlah gadis itu. Ia bersepatu coklat berkaus kaki coklat. Tubuhnya putih bagai susu. Ia masih mengenakan seragam Hoogere Burger Schoolen (HBS). Dengan rok putih setinggi betis, baju putih berlengan pendek, dan topi putih seperti perahu terbalik.  Rambutnya coklat juga. Berpilin halus bagai ombak Parang Teritis. Bibirnya lembut. Hidungnya mancung bagai dahan mawar melengkung. Tanganya yang mungil tapi segar dipandang, memegang payung kuning muda dengan pinggiran bunga-bunga. Itu gadis tengah berdiri di bawah pohon beringin di depan sekolah. Sepertinya perawan kita ini tengah menanti-nanti. Dan ia masih tampak gelisah sampai pada kemudian waktu sebuah dokar mendekat kearahnya. Kini tampak sudah kecerahan wajahnya. Dokar itu berhenti di dekat gadis. "Goedemiddag Mevrow Stier. (Selamat siang nona Stier) Teriak lelaki pribumi yang menjadi kusir. "Apakah alasan kamu hingga terlalu lama menjemputku, Sulaiman?" Kata gadis yang nama le...

Postingan Terbaru

Pendakian Gunung Sumbing 3371 Mdpl 2019

Denganya Aku Dekat Denganmu

Cerpen: Mariatun

Kotaku

Di Atas Museum

PENGERTIAN DIALEKTIKA DAN DIALEKTIS